Wahyumedia

Sejarah dan Tata Cara Shalat Para Nabi

Bagi anak-anak, meskipun tidak diwajibkan shalat, namun tetaplah mereka diperintahkan melaksanakannya apabila telah berusia tujuh tahun. Jika sudah berumur sepuluh tahun, hendaknya mereka diberi peringatan apabila tidak mau mengerjakannya, bahkan diberi hukuman pukul (yang tidak menimbulkan luka). Pada seusia ini, diharapkan mereka sudah terlatih mengerjakannya. Rasulullah SAW bersabda:

“Perintahkan anak-anakmu mengerjakan shalat apabila mereka sudah berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka (jika meninggalkannya) apabila umur mereka sudah sampai sepuluh tahun dan pisahkanlah di antara mereka dalam tempat tidurnya.”

Adapun syarat wajib mendirikan shalat ialah:

  1. Orang Islam. Tidak diwajibkan shalat untuk orang kafir. Orang kafir tidak sah beribadah sebelum ia masuk Islam.
  2. Baligh atau telah dewasa secara syar`i. Tidak diwajibkanshalat kepada anak-anak. Akan tetapi, orangtua berkewajiban mendidik dan mengajarkannya.
  3. Berakal sehat. Tidak diwajibkan shalat kepada orang gila, pingsan, dan mabuk sampai ia waras atau sadar kembali.
  4. Suci dari haid dan nifas. Tidak diwajibkan shalat atas perempuan yang sedang haid dan nifas dan tidak perlu pula mengqada`-nya (mengganti), terkecuali dalam gambaran tertentu saja yang perlu dijelaskan tersendiri.
  5. Telah sampainya dakwah perintah shalat kepada mereka, baik oleh Nabi Muhammad SAW sendiri atau oleh para pewaris nabi (para mubaligh atau ulama). Maka, tidak diwajibkan shalat bagi kaum yang belum pernah sampai atau mendengar dakwah-dakwah Islam kepadanya dengan cara apa pun dan oleh siapa pun. Apabila dakwah Islam telah disampaikan, orang-orang kafir pun sebenarnya terkena khitab (subjek perintah) mendirikan shalat. Hanya saja, mereka tidak sah ibadah sebelum memenuhi syarat sebagai muslim. Kelak, mereka pun akan dimintakan pertanggungjawaban atas kewajiban shalat.

Kutipan di atas diambil dari buku Mengungkap Rahasia Shalat Para Nabi karya Ust. Syamsuddin Noor, S.Ag. Buku ini mengulas persoalan shalat dari sisi sejarah dan silsilahnya. Diawali sejak diwajibkannya shalat atas Nabi Adam hingga ajaran shalat ini mencapai puncak kesempurnaannya pada masa diutusnya Nabi Muhammad SAW. Misalnya, sejarah shalat Subuh dan Zuhur yang pertama kali dikerjakan oleh manusia pertama di dunia, yakni Nabi Adam AS. Sejarah shalat Ashar yang dikerjakan pertama kali oleh Nabi Yunus AS sebagai rasa syukur dan tobatnya kepada Allah setelah dikeluarkan dari perut ikan paus, dan seterusnya.

Tidak hanya itu, buku terbitan WahyuMedia ini juga mengulas hal-hal penting seputar shalat. Ulasan ini antara lain, keistimewaan shalat fardhu, keutamaan mendirikan shalat, syarat-syarat sebelum mendirikan shalat, hukum pokok dalam shalat, tips untuk meningkatkan kualitas shalat untuk mencapai khusyuk, dan hikmah rahasia shalat.