Wahyumedia

Pentingnya ASI Dalam Pembentukan Karakter Anak

ASI merupakan jenis makanan awal terbaik bagi bayi. Jika Anda memutuskan memberikan ASI pada bayi Anda, sungguh hal tersebut sangat tepat dan brilian.Mengapa? Pertama, ekonomis dikarenakan tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli susu formula.

Kedua, ternyata seluruh fungsi zat gizi yang dibutuhkan bayi, sudah terdapat pada bayi. Di dalam ASI, segala zat gizi terkandung dalam komposisi yang paling tepat. Seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Selain itu kualitasnya pun  tidak tertandingi oleh susu formula mana pun.

Menurut situs BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), ASI juga bisa mengurangi kenakalan pada anak. Beberapa penelitian menunjukkan anak yang tidak diberi ASI lebih agresif dari anak yang diberi ASI. Saat anak menangis untuk disusui dan ibu memberikannya, maka terjalinlah basic trust. Dari basic trust itulah anak belajar percaya pada orang lain, dikarenakan pada saat dia mulai beranjak besar, seorang anak yang tidak memiliki kepercayaan diri, dia cenderung akan bersikap agresif. Setiap ada kesempatan pasti ia akan berusaha merebutnya dengan segala cara. Itu juga disebabkan karena ia tidak percaya pada orang lain.

Jangka waktu untuk memberikan ASI ekslusif adalah enam bulan pertama sejak bayi dilahirkan, ini dikarenakan masih belum sempurnanya sistem pencernaan bayi usia di bawah enam bulan.Namun bagaimanakah jika seorang ibu tidak bisa memproduksi ASI?  Secara teoritis tidak ada ibu yang tidak dapat mengeluarkan ASI. Dari 1.000 ibu, mungkin hanya satu yang benar-benar bermasalah. Tidak keluarnya ASI dapat disebabkan rasa kurang percaya diri pada sang ibu. Dikarenakan apabila hamil dan melahirkan pasti bisa sang ibu bisa menyusui. Semakin banyak ASI dikeluarkan, semakin banyak yang dihasilkan.

Namun pemberian ASI untuk mencegah kenakalan anak bukanlah satu satunya cara, butuh pola asuh orangtua dan lingkungan yang mendukung agar anak tidak terperangkap dalam sipat yang negatif. Hubungan antara orangtua dan anak harus benar-benar dijaga dengan baik agar tercipta hubungan kepercayaan dan tanggung jawab yang tinggi dari sang anak kepada orangtuanya sehingga akan terbawa ke dalam lingkungan pergaulannya.(YA)