Wahyumedia

Pengaruh Baik Bermain Video Games pada Anak

Di zaman teknologi modern ini, orangtua dihadapi masalah baru dalam pengasuhan anak, yakni ketika  anak sangat kecanduan bermain video games. Menurut artikel di majalah ‘Hot Game’, dalam bermain video games bukan  hanya dampak buruk yang didapat, tetapi terdapat juga nilai positifnya.

Ketika merebaknya kekerasan di kalangan remaja, film layar, acara televisi, dan video game dikait-kaitkan. Banyak orang dewasa menganggap bahwa media-media hiburan tersebut memberikan dampak buruk kepada anak-anak.Mereka menyalahkannya sebagai penyebab timbulnya berbagai masalah. Beberapa penelitian mengungkapkan kaitan antara kekerasan dan perilaku buruk di kalangan anak-anak.

Padahal kenyataannya, media-media, termasuk video game, tidak selalu menjadi pemicu tindakan kekerasan. Video games yang baik itu menantang, menghibur, sekaligus rumit. Biasanya pemain butuh waktu 50 sampai 60 jam dengan konsentrasi penuh untuk menamatkan sebuah game. Bahkan, anak-anak pun bisa menghabiskan waktu berjam-jam demi menamatkan gamenya. Namun, anak-anak yang menderita ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) tidak bisa main game non-stop 9 jam, karena mereka kesulitan untuk berkonsentrasi. Game membutuhkan konsentrasi yang berbeda dibandingkan dengan pelajaran di sekolah.

Game komputer dianjurkan menjadi bagian dari kurikulum sekolah setelah para peneliti menemukan nilai-nilai edukasi. Mereka menyimpulkan bahwa game simulasi dan petualangan – seperti Sim City dan Roller Coaster Tycoon, dimana player dapat membangun masyarakat dan taman hiburan – dapat membantu mengembangkan pemikiran strategis dan skill perencanaan kepada anak-anak. Selain itu, para orangtua dan guru juga berpendapat game-game dapat meningkatkan kemampuan anak-anak dalam pelajaran matematika, membaca, dan mengeja.

Penelitian lain dilakukan oleh Teachers Evaluating Educational Multimedia (TEEM) dari Departemen Pendidikan di Inggris. Profesor Angela McFarlane, Direktur Teem, menegaskan, “Game bernuansa adventure, quest, dan simulasi memiliki banyak manfaat. Game-game ini cukup rumit dan mampu mengembangkan skill-skill penting untuk anak-anak.” Tapi tidak termasuk game-game arcade dan shooter.

Di dalam sebuah game terdapat sebuah tawaran banyak pilihan, dimana pemain akan menghadapi dilema moral, interaksi sosial, dan juga memecahkan berbagai problem yang sering kali terjadi dalam kehidupan nyata. Selain itu, game dapat membuat seseorang tertarik kepada hal baru.

Namun, pengawasan orangtua dalam menjaga dan membimbing mereka dalam bermain video games harus tetap dipertahankan. Ajaklah mereka berdiskusi dalam memahami arti bermain game tersebut sehingga tercipta pula hubungan orangtua – anak yang sangat baik. (YA)