Wahyumedia

Nutrisi Untuk Kecerdasan Bayi

Bayi memerlukan asupan gizi dan nutrisi yang harus sangat diperhatikan, demi tumbuh kembangnya. Untuk itulah, peranan air susu ibu sangat dibutuhkan bagi bayi. Pasalnya, ASI mengandung 160 asam lemak yang di dalamnya terdapat DHA (Docosahexaenoic Acid) dan ARA (Arachinoid Acid) yang berfungsi untuk mengoptimalkan perkembangan saraf otak. Di sini kita akan bahas nutrisi yang dibutuhkan menurut usia bayi, yakni di bawah 6 bulan dan di atas 6 bulan.

  1. Bayi Baru Lahir Sampai 6 Bulan
    Begitu bayi lahir, makanan terbaik untuk mencerdaskan otaknya adalah air susu ibu (ASI). Cairan yang keluar pertama kali dari payudara ibu adalah kolostrum, yaitu permulaan air susu berwarna agak kekuningan yang banyak mengandung zat penguat kekebalan tubuh bayi.  Setelah cairan ini diisap bayi maka cairan berikutnya semakin berwarna putih dan keruh, sebagaimana air susu pada umumnya.
    Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa bayi yang mengonsumsi ASI pada masa kecil, akan tumbuh menjadi lebih cerdas dibanding dengan bayi yang tidak diberi ASI.ASI harus diberikan sampai 6 bulan berturut turut yang dinamakan pemberian ASI eksklusif. Pada masa penyusuan eksklusif ini, tidak satu pun jenis makanan (selain ASI) boleh diberikan kepada bayi. Alasannya, karena pada usia 0 – 6 bulan, sistem pencernaan bayi memang disiapkan hanya menerima ASI.  Alasan lainnya adalah mengoptimalkan asupan ASI yang bisa berkurang apabila diberikan makanan tambahan lain.
  2. Bayi Berusia di Atas 6 Bulan
    Untuk memenuhi kebutuhan gizi dan mengoptimalkan kemampuan otak, bayi harus terus diberi ASI meskipun masa penyusuan ekslusif telah selesai. Bayi baru diberi asupan makanan tambahan sambil terus mengonsumsi ASI sampai usia dua tahun.
    Pemberian ASI dikatakan optimal jika memenuhi kaidah laktasi dengan baik, yaitu ASI ekslusif yang dilanjutkan dengan penyusuan biasa (diselingi makanan tambahan) mulai bulan ketujuh sampai bulan kedua belas (satu tahun). Setelah usia satu tahun, pemberian ASI dapat diteruskan. Namun, makanan lengkap sesuai menu keluarga harus lebih diutamakan. Pada usia ini, ASI dapat diberikan sesuai keinginan anak, kemudian dapat dihentikan ketika anak berusia dua tahun.

(sumber dari buku terbitan Wahyumedia “Keajaiban Pijat Bayi dan Balita”)