Wahyumedia

Bentuk Kepribadian Anak melalui Cerita Rakyat

Seiring berjalannya waktu, bahkan sampai berabad-abad, cerita rakyat masih selalu melekat dalam ingatan banyak orang. Hal ini dikarenakan cerita rakyat memiliki nilai tersendiri dibandingkan dengan cerita-cerita lainnya. Ada yang bersifat pendidikan moral bagi masyarakat tertentu, nilai sejarah, ataupun mitos. Dengan demikian, cerita-cerita ini selalu dipelihara dan disampaikan dari mulut ke mulut sebagai upaya penyampaian pesan yang terdapat di dalam masing-masing cerita.

Misalnya, cerita Malin Kundang si Anak Durhaka, cerita ini begitu melekat dalam ingatan banyak orang. Bahkan para guru, orang bijak, dan orangtua selalu menyelipkan cerita ini di beberapa pesan moral yang mereka sampaikan kepada murid atau anaknya agar menjadi anak yang berbakti kepada orangtua dan tidak mendapatkan murka Tuhan.

Bingkai cerita rakyat ini merupakan media bagi orangtua dahulu untuk memberikan pendidikan tertentu kepada masyarakat dan generasi berikutnya. Dan, memang efektif. Dalam perumusannya dari masing-masing cerita tersebut, orangtua dahulu memberikan bahasa khusus untuk sebuah larangan, pantangan, dan hal tabu, yaitu dengan ungkapan “pamali”, agar mereka tidak mendaptkan akibat buruk sebagaimana yang terdapat dalam cerita-cerita rakyat ini.

Dari kumpulan cerita rakyat di atas, Sumbi Sambangsari menyusunnya dalam sebuah buku “Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara” yang diterbitkan WahyuMedia. Dalam buku ini, berisi cerita rakyat dari 33 provinsi di Indonesia meliputi legenda, mitos, fabel, dongeng, epos, dan sejarah. Cerita-cerita dalam buku ini sarat hikmah dan pesan moral yang dapat diambil dan dijadikan pelajaran bagi anak, seperti kejujuran, kesalehan seseorang, mencintai sesama makhluk Tuhan, kisah kepahlawanan, anak durhaka yang celaka, kesabaran, dan pengorbanan seorang pemimpin, ketulusan cita kasih ibu, dan kerugian orang yang sombong.

Sebagaimana ditekankan penyusun, buku ini merupakan daya tarik dan bisa menjadi imajinasi anak dalam mencerna isi cerita. Selamat menyimak!