Mengajarkan kisah 25 nabi dan rasul kepada anak-anak kita adalah hal yang sangat penting dan mendasar. Pasalnya, hal itu sebagai bagian penting dari proses pendidikan.
AYU BULAN FEBRY K. D. S.KM
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Pendidikan:
DIII Gizi di Akademi Gizi Malang tahun 1999.
S1 Kesehatan Masyarakat di Universitas Airlangga Surabaya tahun 2002.
Pekerjaan: Ahli gizi di Instalasi Gizi RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang.
Kegiatan lain: Dosen Pengajar Ilmu Gizi di Akademi Akupuntur Malang, Poltekes Malang program studi Keperawatan Lawang, serta Sentra Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Pendukung Pelayanan Kesehatan Amanah Husada Malang.
Konsultasi mengenai gizi, bisa Anda kirim melalui email:
Tanya: Assalamualaikum wr wb. Sebelumnya, saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama saya Widya. Saya ingin menanyakan tentang contoh akanan rendah serat apa saja ya? Karena makanan rendah serat memiliki syarat harus dalam keadaan lunak, saring, atau halus. Untuk menggoreng juga tidak boleh terlalu banyak minyak dan tidak boleh menggunakan bumbu yang merangsang. Apakah resep crackers isi daging boleh? Namun, menu tersebut membutuhkan minyak yang cukup banyak. Saya jadi bingung. Karenanya, saya ingin minta resep dari makanan rendah serat. Terimakasih
Wassalamualaikum wr wb,
Jawaban: Dear Widya,
Hal-hal yang dikemukakan Widya mengenai diet rendah serat sudah benar. Selain itu, kita harus mengurangi makanan yang tinggi serat. Ini biasanya berkaitan dengan masalah gangguan pencernaan, mungkin juga karena baru operasi. Contoh makanan yang rendah serat: lauk hewani (ikan, telur, ayam, kecuali daging sapi yang berserat alot), tahu, roti putih, biskuit/crackers, danlain-lain. Makanan yang harus dikurangi: sayur dan buah yang tinggi serat seperti daun ubi, buncis, kapri, kangkung, daun pepaya, sawi, jagung, mangga, pisang, melon, apel, kacang-kacangan, dan lain-lain. Sedangkan, sayur dan buah yang rendah serat kita bisa gunakan wortel, tomat, labu siam, bayam, pepaya, semangga, dan sari jeruk.
Untuk crackers isi, sebaiknya tidak perlu digoreng mbak. Dapat disajikan hanya dengan mengolesi crackers dengan rogout. Rogoutnya dapat dibuat dari ayam cincang, wortel diiris dadu, irisan tipis daun bawang, diberi larutan maizena.
Contoh resep : Tim Tenggiri
Bahan 250 gram daging ikan tenggiri, potong ukuran 50 gram 2 sdm bawang daun untuk taburan 2 sdm bawang goreng untuk taburan
Bumbu 3 siung bawang putih, iris tipis 2 sdm irisan bawang daun 3 iris tipis jahe ½ sdt merica bubuk Ό sdt gula pasir 50 ml air
Cara Membuat
Campur semua bumbu, aduk rata.
Letakkan ikan di piring pyrex. Beri campuran bumbu.
Kukus sekitar 30 menit hingga matang. Angkat.
Sajikan bersama taburan bawang daun dan bawang goreng.
Untuk 5 porsi
Nilai gizi per porsi Energi : 66,9 kkal Protein : 10,7 g Lemak : 2,2 g Karbohidrat : 0,6 g Kolesterol : 16,5 mg Serat : -
Gadon Daging Labu Siam
Bahan 250 gram daging giling tanpa lemak 50 gram labu siam, iris dadu kecil 1 putih telur ayam, kocok 100 ml air kaldu daging sapi
Bumbu yang Dihaluskan 2 sdm irisan bawang merah 1 sdm irisan bawang putih 6 butir kemiri ½ sdt ketumbar 1 lembar daun jeruk 1 sdt gula pasir
Cara Membuat
Campur daging bersama irisan labu siam, aduk rata.
Masukkan bumbu yang dihaluskan, aduk rata. Beri air kaldu dan kocokan putih telur ayam, aduk rata.
Ambil 5 buah mangkuk atau wadah tahan panas. Masukkan adonan, ratakan. Kukus sekitar Ύ jam hingga matang. Angkat.
Hidangkan hangat.
Untuk 5 porsi
Nilai gizi per porsi Energi : 159,7 kkal Protein : 13,8 g Lemak : 10 g Karbohidrat : 2,5 g Kolesterol : 80 mg Serat : 0,1 g
Tanya: Selamat siang mbak, Saya mau bertanya mbak, anak saya laki-laki berumur 18 bulan dengan berat badan (BB) 8,5 kg. Anak saya susah sekali makan, jarang mau ngemil, apalagi kalau berbau keju atau cokelat dia malah tidak mau. Dia juga tidak mau minum susu formula padahal, saya merasa ASI saja tidak cukup. Kalau memang cukup, pasti BB-nya ideal. Tapi, dia tergolong paling aktif di lingkungannya. Mbak, yang mau saya tanyakan adalah bagaimana cara agar membuat anak saya mau makan dan minum susu formula supaya BB-nya ideal (meskipun dengan berbagai cara, terkadang sampai saya paksa). Lalu, apakah baik bila saya sapih dia yang masih berumur kurang dari 2tahun?
Terima kasih atas jawabanny sebelum dan sesudahnya.
Jawaban: Dear Bu Eka, Masalah seperti ini memang sering disampaikan orangtua. Kita menyebutnya dengan masalah Infantile anorexia. Dimana anak asyik mengeksplorasi lingkungannya dan jika anak mau makan hanya mau makan sesuap dua suap. Gejala sulit makan ini memang biasanya muncul pada usia 918 bulan (masa peralihan dari disuap ke makan sendiri). Tapi, dinilai dari status gizinya, anak ibu status gizinya normal. Jadi, jangan terlalu cemas bu.
Sebenarnya cara mengatasi masalah ini adalah dengan menumbuhkan disiplin lambung. Anak akan merasa lapar apabila lambungnya disipin, di antaranya dengan cara:
Melatih anak makan secara teratur 3 kali sehari. Jika ini diterapkan, insyaallah lambung anak akan disiplin seperti jam wekker "merasa lapar" apabila tiba waktu makan. Ini telah saya rasakan pada anak saya, dia selalu bilang lapar apabila tiba waktu makan. Untuk sementara waktu, jangan memberi makanan kecil (snack), susu, atau jus di antara 2 waktu makan. Apabila diberikan snack atau susu di antara 2 waktu makan, untuk anak seusia ini cenderung akan merasa masih kenyang pada saatnya mau makan.
Berikan makanan dengan porsi kecil saja. Diharapkan denganhal tersebut, anak akan meminta porsi berikutnya. Ingat ya bu, porsi makan anak seusia ini memang sedikit, jangan samakan dengan anak usia 45 tahun. Orangtua sering melihat hal ini sebagai "makan anak hanya sedikit", kemudian disimpulkan anak sulit makan.
Membatasi waktu makan maksimum 30 menit dan mengambil makanan bila anak tidak menghabiskannya dalam waktu tersebut walaupun anak hanya makan satu dua suap.
Perhatikan jenis makanan yang disukai si kecil. berikan dengan frekuensi yang lebih sering makanan yang disukainya itu. Tetapi, tetap bervariasi ya bu masakannya.
Jangan memberikan komentar tentang jumlah makanan yang dimakannya misalnya terlalu sedikit. Tetapi, pujilah dia, beri support dia.
Ibu harus telaten dan sabar melatih anak makan. Itu kunci keberhasilan ibu.. ^^
Oh ya bu Eka, sebaiknya ASI diteruskan saja sampai anak 2 tahun. Yang penting ibu harus makan makanan yang bergizi, banyak minum air putih/susu/jus sehingga kualitas dan kuantitas ASI pun bagus. Kalau ASI ibu, baik kualitas maupun kuantitasnya cukup untuk si kecil, kenapa harus ditambah susu forrmula. Insyallah si kecil cukup asupan gizinya dari makanan dan ASI. Setelah 2 tahun saja ya bu disapih dan ditambahkan susu formula.
Semoga bermanfaat Feby
Tanya: Halo mbak Ayu, Saya mau tanya? Saya punya adik usianya 8 tahun, dengan tinggi badan 120cm dan berat badan 17 kg. Lalu, kalau makan porsinya tidak terlalu besar, hanya 2x sehari, dan suka sekali dengan ikan laut. Namun, ia mempunyai alergi terhadap udang dan kepiting.
Mbak, saya minta tolong disusunkan menu untuk adik saya. Lalu, bagaimana menghitung nilai gizi yang terkandung dalam makanan (untuk orang awam seperti saya, tolong diberikan cara mudahnya saja).
Demikian pertanyaan dari saya dan terima kasih atas jawaban yang diberikan.
Jawaban: Halo mas Arief, Ini baru contoh kakak yang care sama adik, dua jempol untuk Anda! Status Gizi adik mas Arief normal, berat badannya juga ideal sesuai dengan proporsi tubuhnya. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan :)
Masalah makan hanya dua kali sehari sebenarnya tidak apa-apa mas, tambahkan saja makanan selingan/snack di sela-sela jam makannya. Tapi, kalau mau diubah pola makannya supaya teratur 3 kali, akan lebih baik lagi. Sebaiknya adiknya harus diberi pengertian, misalnya kita ngomong : "dek, kalau malam/sore harus makan makan ya, supaya perutnya nggak sakit, supaya dedek sehat kuat kayak spiderman, makannya harus 3 kali ya." Lalu, porsi makannya dikurangi dari porsi yang biasa dia santap selama ini dan terapkan disiplin jam makan (3 kali sehari). Insyaallah hal-hal tersebut dapat mengubah pola kebiasaannya. Namun, tolong diingat, orangtua atau orang di sekelilingnya adalah role model bagi seorang anak kecil. Bagaimana dia dengan mudah mengubah pola makannya teratur 3 kali, jika dalam suatu keluarga jarang memberikan contoh padanya dengan tidak pernah duduk bersama di setiap waktu jam makan. Sempatkanlah di kala libur untuk selalu makan bersama.
Ikan laut sangat baik dikonsumsi, karena baik untuk kecerdasan otaknya dan tidak membuat gemuk lho. Namun, mengenai alergi udang dan kepiting, selama hal itu menjadi masalah bagi adik Anda, misalnya timbulnya bisul-bisul, gatal, panas, dll sebaiknya dihindari dulu. Mudah-mudahan seiring pertambahan usianya dan semakin meningkat daya imun tubuhnya maka alerginya juga akan berkurang.
Cara menghitung nilai gizi makanan, seorang ahli gizi punya kitab suci yang kita sebut dengan DKBM (Daftar Komposisi Bahan Makanan), bahkan kita punya softwarenya. Tetapi di toko buku saya lihat sudah ada, kalau tidak salah judulnya nilai gizi pangan. Ini cara menghitungnya per 100 gram bahan makanan.
Misal:
MENU AYAM GORENG :
Karbohidrat (g)
Energi (Kkal)
Protein (g)
Lemak (g)
100 g ayam
302
18,2
25
0
20 g minyak kelapa
180,4
0
20
0
Total kandungan gizi
182,4
18,2
45
0
20 g minyak itu adalah minyak yang diserap ayam pada saat di goreng. Jadi, bukan jumlah minyak yang digunakan untuk menggoreng.Hal ini memang harus menggunakan teori gizi dan pengalaman. Kalau hobi masak, coba deh, timbang 100 g minyak kelapa sawit. Kemudian, goreng sepotong tempe dengan berat 50 g. Setelah matang, angkat tempenya, lalu timbang lagi sisa minyak bekas goreng tempe misalnya tinggal 85 gram. Berarti, minyak yang diserap tempe sebanyak 15 gram. Nah, 15 gram itu yang dihitung nilai gizinya. Relatif mudah kan? ^^
Ok deh, semoga bermanfaat ya Mas Arief
Thx Feby
Tanya:
Bu Ayu yang terhormat, putra kami pertumbuhan badannya agak kurang (kurus). Umur putra saya berumur 9 thn, berat badannya 20 kg, dan tingginya +/- 130 cm. Napsu makannya biasa saja, hanya terkadang pilih-pilih. Saya pernah konsultasi ke dokter dan disarankan agar diberi suplemen agar lebih napsu makan. Saya memberikan ia suplemen. Anak saya secara akademik, di sekolahnya mendapat peringkat pertama (kelas 3 SD). Ia lebih suka minum air putih, makanan yang disukai nasi goreng dan mi instan. Kalau makanan yang mengandung sayuran maunya disuap. Makanan atau suplemen apa yang baik untuk dikonsumsi agar pertumbuhannya lebih baik?
Terima Kasih (
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
)
Jawab:
Setelah saya nilai berat badan (BB)-nya, memang kurang. Seharusnya berat badan idealnya 26 kg. Namun, yang terpenting putranya sehat, bahkan berprestasi di sekolah. Tolong diingat ibu/bapak, bahwa pertumbuhan bukan hanya dinilai dari berat badan namun, dari tinggi badannya juga. Selain itu, faktor aktivitas anak juga berpengaruh terhadap kenaikan BB anak karena, makanan yang dikonsumsi digunakan menjadi energi pada saat dia beraktivitas. Pada dasarnya semua bahan makanan baik dikonsumsi, yang penting bervariasi dan bergizi. Pada kasus anak ibu, kita berikan saja diet TKTP (Tinggi Energi Tinggi Protein). Porsi makanannya seperti biasa saja, hanya tambahkan saja 1 porsi lagi lauk hewani pada saat makan dan 1 gelas susu atau snack (camilan) di sela-sela waktu makannya. Camilannya dapat ibu/bapak buat sendiri seperti agar-agar susu, pisang goreng vla susu keju, cake, bubur kacang ijo, dll. Selain itu, berikan juga segelas susu sebelum dia tidur.
Contoh susunan menu 1 hari:
Makan pagi (07.00) : Nasi goreng telur dan 1 gelas susu Snack (09.00) : Puding susu Makan siang (12.00) : Nasi putih, empal daging, telur dadar, tempe masak kecap, dan sup sayuran Snack (16.00) : Biskuit dan susu 1 gelas Malam (19.00) : Nasi putih, sate ayam, dan orak arik telur wortel Snack (21.00) : Susu 1 gelas
Untuk pilihan susu, Anda dapat memberikan susu penambah berat badan atau suplemen makanan yang dijual di pasaran, dan lain-lain. Untuk suplemen, carilah yang aman untuk anak dan berikan sesuai dosisnya. Kalau bisa, cari yang mengandung bahan alami. Memang biasanya lebih mahal harganya. Namun, jika anak tidak dalam kondisi sakit, saya biasanya tidak menganjurkan untuk memberikan suplemen. Pemakaian suplemen tidak boleh terus menerus, maksimal 3 bulan pemberiannya. Suplemen yang Anda berikan pada putranya sudah bagus. Atau Anda dapat mencoba memberikan jus tomat untuk merangsang napsu makan. Dua buah tomat dimasukkan dalam juice extractor. Kemudian, tampung sarinya. Berikan 1 jam sebelum jam makan anak.
Semoga bermanfaat
Feby
Tanya:
Terima Kasih banyak atas penjelasannya, saya rasa ini sangat lengkap sekali. Sekali lagi terima kasih. Satu lagi pertanyaan dari saya, putra saya terkena penyakit kulit. Waktu saya konsultasi ke spesialis kulit katanya alergi gigitan nyamuk. Karena, yang terkena hanya tangan, kaki, dan muka (bagian-bagian yang kelihatan/ tidak tertutup baju). Kami sudah usaha apa saja, bahkan memberi makan daging ular, biawak, dan tokek. Tapi, hasilnya masih kurang memuaskan. Mohon saran dan penjelasannya.
Terima Kasih. (
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
)
Jawaban:
Wah, kasus ini hampir seperti suami dan anak saya, alergi gigitan nyamuk. Jika digigit nyamuk, langsung berbekas bahkan sampai hitam dan susah hilangnya. Tapi sebelumnya, maaf, saya Ahli Gizi, suami saya yang Dokter. Jadi, ini hanya sekadar berbagi pengalaman saja. Penyakit alergi pada dasarnya merupakan keturunan dari orangtuanya, mungkin bapak/ibu ada yang alergi sehingga menurun pada si kecil. Kalau kasus anak saya adalah keturunan dari suami. Alergi sukar untuk dihilangkan, tetapi kita bisa mencegahnya. Biasanya untuk si kecil, tangan, kaki dan bagian yang tidak tertutup saya olesi dengan krim anti nyamuk yang aman untuk anak. Ya tentu saja, ruangan sering disemprot obat nyamuk, pakai raket nyamuk, dll, hehehe (mungkin usahanya sama dengan Anda ya). Tetapi, jika telah terkena gigitan, ada bentol merah, selalu saya oleskan minyak tawon. Ternyata, bentol merahnya cepat kempis/tidak berbekas. Bisa juga menggunakan salep bevalex/bethason. Tetapi 1,5 tahun terakhir ini anak saya mulai kebal dengan gigitan nyamuk, karena saya memberikan dia banyak makanan sumber antioksidan dan protein tinggi yang dapat meningkatkan daya imun tubuh terhadap alergi. Contoh sumber makanan antioksidan yaitu makanan yang mengandung vitamin A, C, E seperti sayuran hijau (brokoli, bayam, wortel, tomat, daging, telur, kacang-kacangan, jus buah/sayur). Setiap hari saya memberinya 1 sendok madu dan saya juga rutin memberi Protein Powder Produk Nutrilite yang selalu saya campurkan pada susunya. Ternyata ini sangat bermanfaat sekali pada daya tahan tubuhnya, pertumbuhan, dan kecerdasannya. Maaf ya Pak/Bu saya bukan promosi produk. Tetapi, saya dan keluarga telah merasakan manfaatnya.
Semoga bermanfaat bagi bapak/ibu.
Feby
Tanya:
Salam kenal... Saya tertarik dengan blog Anda, dan tertarik untuk bertanya. Anak saya umur 16 bulan. Termasuk mudah makan dan tidak ada pantangan dalam hal makan. Namun, yang agak menjadi masalah, meski dia suka makan, bobot tubuhnya tidak naik secara signifikan, jadi tubuhnya tergolong kecil. Minum susu memang tidak relatif banyak, namun cukup.Dulu pernah saya berikan bubur instan, ya lumayan, menambah berat 24 ons. Tapi sekarang tidak mau lagi karena sudah makan nasi padat. Pertanyaan saya:
apakah ada yang salah (sistem metabolisme) dalam tubuh anak saya?
makanan apa yg sebaiknya saya berikan supaya dapat menambah berat badannya.
bagaimana menghitung nilai gizi yang terkandung dalam makanan (untuk orang awam seperti saya, tolong diberikan cara mudahnya saja). Demikian dan terima kasih atas jawaban yang diberikan.
Rgds, Neena
Jawab:
Salam kenal juga bu Neena. Menjawab pertanyaan ibu :
Untuk mengetahui apakah ada gangguan sistem metabolisme (misalnya gangguan penyerapan zat-zat gizi) pada anak ibu, ibu sebaiknya konsultasi dengan dokter spesialis anak, biasanya dokter yang akan memeriksa dan mendiagnosa apakah ada gangguan metabolisme atau tidak dan tindakan selanjutnya apabila memang ada gangguan. Tapi harus ibu ketahui juga loh, anak kurus bukan berarti dia tidak sehat. Ibu bisa melihat aktivitas anak ibu, jika lincah, tidak lemas lesu berarti dia sehat. Hanya sayangnya ibu tidak mencantumkan berat badan anak ibu sekarang, tapi bisa ibu hitung sendiri dengan rumus 2n + 8 --> (n = umur dalam tahun), berarti berat badan yang kita harapkan seusia anak ibu ini kurang lebih 10 kg.
Untuk menambah berat badan anak, berikan makanan sumber protein hewani yang berkalori tinggi, seperti telur, susu full cream dan olahannya (keju), daging sapi, dan daging ayam. Selain itu, makanan selingan/snack juga diprioritaskan diberikan untuk meningkatkan asupan gizinya. Jadi, berikan makanan selingan seperti puding susu, biskuit/ kue yang dibuat dari telur, susu, keju dan lain-lain.
Untuk mengetahui kandungan gizi pada tiap bahan makanan, ibu dapat melihatnya di buku Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM), biasanya komposisi gizinya untuk per 100 gram bahan makanan. Buku ini dapat ibu peroleh di toko-toko buku atau browsing di internet.
Cara untuk menghitung nilai gizi makanan, misalnya :
Nasi Tim Daging
Energi (kkal) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Nasi tim 100 g : 120 2,4 0,4 26 Daging sapi 100 g : 207 18,8 14 0 Jadi Total kand. gizi : 327 21,2 14,4 26
Demikian jawaban saya, semoga bisa bermanfaat ya bu Neena..]
Salam, Ayu Bulan Febry
Pertanyaan:
Assalammualaikum wr.wb mbak. Saya lagi bingung banget nih mbak, kenapa berat badan putri saya masih 6.5kg ya. Padahal, umurnya sudah 10 bulan. Putri saya sangat aktif dan Insya Allah demam terjadi hanya pada saat tmbuh gigi dan imunisasi. Selain itu, kemarin habis campak. Selain itu, tidak pernah sakit. Gimana ya cara mengatur jadwal makannya, karena bayi saya mudah kenyang. Cemilan apa yang dapat membuat berat badannya bertambah? Apakah vitamin dari dokter tidak ada efek sampingnya? Saya memberikan multivitamin yang dijual di pasaran kepada anak saya.
Terimakasih Alsah Fitri
Jawaban:
Wass wr wb, Umur anak ibu 10 bulan ya? Memang berat badan idealnya sekitar 8,5 kg. Tapi, sebenarnya yang penting anak ibu sehat, apalagi aktivitasnya cukup tinggi, tidak rewel, dan tidak mudah sakit. Hal tersebut menandakan dia sehat.
Untuk anak umur 10 bulan masih dalam tahap pengenalan makanan bu. Jadi, pasti porsi makannya tidak terlalu banyak. Makanan utamanya tetap ASI atau susu formula. Untuk bubur susu dan bubur saring itu hanya sebagai MP-ASI (Makanan Pendamping ASI). Perhatikan volume pemberian ASI/Susu formulanya. Kemungkinan volume susu/ASI-nya dapat ditambah jika asupan makanan tidak terlalu banyak. Untuk camilan, berikan saja biskuit bayi/ puding susu. Insyaallah seiring usianya, nafsu makannya akan bertambah. Asalkan, ibu tetap rajin memberikan makanan dengan berbagai variasi bahan. Pemberian makanan disiasati dengan porsi kecil namun sering. Biasanya, 3 kali makan, sekarang diubah menjadi 4 kali.
Untuk anjuran pemberian vitamin, lebih bijak diberikan pada waktu anak sakit untuk meningkatakan daya tahan tubuh dan nafsu makannya supaya dapat mempercepat pemulihan. Pemberian vitamin secara terus menerus (lebih dari 3 bulan) memberikan efek samping yang tidak baik bagi bayi/anak. Bisa saja terjadi hiperavitaminosis yang menyebabkan keracunan khususnya vitamin larut lemak (vtamin A, D, E, K).
Salam, Ayu Bulan Febry
Pertanyaan:
Selamat sore bu Ayu, saya ingin bertanya. Setiap orang memiliki kebutuhan kalori yang berbeda-beda. Lalu, bagaimana caranya menghitung kebutuhan kalori per orang?
Terima kasih, Devi Angela
Jawaban:
Hi Devi, Cara yang mudah, mbak Devi dapat melihat di tabel DKGA (Daftar Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan). Saya sertakan tabel DKGA untuk mbak Devi. Dilihat di tabel, misalnya: mbak termasuk gol umur yang mana. Kemudian, lihat kolom kalori (energy)-nya, angka yang berada di kolom itu adalah kecukupan kalori mbak dalam sehari. Kalau memang benar-benar mau menghitung kebutuhan kalori per individu, biasanya kita pake rumus tertentu dan agak rumit. Agak sulit dijelaskan via email mbak, mungkin mbak bisa konsultasi ke ahli gizi terdekat. Terimakasih
Salam Manis Ayu Bulan Febry
Tanya:
Assalamu'alaikum Wr. Wb Mbak, umur anak saya tujuh tahun nanti pada bulan April. Tetapi anaknya kurus, saya takut ada apa-apa, soalnya kalau anak saya yang paling besar badannya gemuk. Adiknya itu emang aktif, selain itu belajar di sekolahnya tidak terlalu ketinggalan. Aku mau tanya apakah anak saya itu sehat atau gimana? imas
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Jawab: Wass wr wb, Anak sehat tidak selalu harus gemuk bu. Dia aktif, lincah, ceria, daya tahan tubuhnya baik itu juga merupakan indikator anak sehat. Sayangnya, ibu tidak menyebutkan berat badan anak ibu, bagaimana asupan makanannya (susah makan apa tidak), ada gangguan pencernaan atau tidak (diare). Tapi, untuk anak seusia itu berat badan normalnya sekitar 22 kg. Apabila tidak ada gangguan seperti yang saya sebutkan, insyaallah anak ibu dalam keadaan sehat. Faktor dari aktivitasnya yang sangat aktif dapat berpengaruh ke berat badannya. Selain itu, lihat tinggi badannya. Pertumbuhan anak tidak hanya berat badan tapi tinggi badan juga. Asupan makanannya berpengaruh ke penambahan tinggi badannya. Teruskan ya bu memberikan makan yang bergizi seimbang untuk si kecil :)
Thx Feby
Tanya: Yth, ibu Ayu
ass wr wb.. Saya seorang ibu, mempunyai seorang anak laki-laik berusia 18 bulan. Anak saya sangat malas makan. Kadang hanya makan 2 sampai 3 sendok saja.Sehingga, badannya kurus. Dulu, saya memberinya ASI tapi dibantu dengan susu formula karena produksi ASI saya kurang. Saya ingin menanyaka : 1. Bagaimana supaya anak saya bisa rajin makan? 2. Makanan apa yang baik untuk dikonsumsi anak saya?
Hamriani
Jawaban: Wassalamualaikum wr wb
Dear bu Ani
Memang sewaktu anak usia balita, kita harus sabar. Sebab, sifat picky eater (pilih-pilih makanan) biasanya muncul pada usia ini. Anak tidak lagi sebagai pemakan pasif, yang disuapi langsung memakan makanan apa saja yang diberikan padanya. Selain itu, anak ibu juga masih belum disapih, mudah-mudahan jika nanti sikecil sudah disapih, nafsu makannya akan bertambah. Untuk mengatasi masalah ini, ibu juga harus mencermati masalah apa yang menjadi penyebab lainnya. Mungkin dari variasi menunya, trauma karena dipaksa makan, malas mengunyah, dan sebagainya. Bisa juga anak benar-benar tidak merasa lapar karena sudah minun susu. Lambat laun, makan pun menjadi sedikit dan akan menjadi kebiasaan.
Solusinya :
Buatlah jadwal makanan utama, buah, camilan, dan susu secara teratur. Dengan jadwal makan yang teratur maka lambung anak pun akan terkondisi teratur. Pengaturan waktu makan sejak dini membuat tubuh anak mengalami penyesuaian. Jika setiap pukul 12.00 ia terbiasa diberi makan maka setiap pukul 12.00 pula secara otomatis perutnya akan minta diisi. Hal ini saya terapkan pada anak saya dan terbukti. Dia justru minta sendiri apabila memang waktunya makan walaupun dia belum bisa membaca jam.
Berikan porsi kecil tapi sering. Biar sedikit tidak apa-apa asal masuk. Ingat bu, anak-anak tidak harus menghabiskan makanannya, jika dipaksa akan menimbulkan trauma. Selera makan anak tidaklah tetap, naik turun. Untuk menyiasatinya, ibu juga dapat membuatkan camilan, seperti bubur kacang ijo, puding susu, jus buah, dan sebagainya. Sehingga, asupan gizi anak tetap tercukupi, walau makan nasinya sedikit.
Coba ibu buatkan jus tomat. Berikan 1 jam sebelum jadwal makan (jika ingin menggunakan gula, sebaiknya sedikit saja). Mudah-mudaha jus ini dapat membantu merangsang nafsu makan anak.
Variasikan menu, penyajian menarik, dan buat suasana makan yang menyenangkan. Sambil makan dapat ibu ajak bercerita tentang makanan, seperti Lihat dek, ini namanya bayam. Jika dimakan adek bisa kuat lho seperti Popeye. Coba deh rasanya enak. Lihat nih, bunda juga suka. Bunda jadi kuat deh bisa gendong adek.. Biarkan dia memainkan makanannya dan dorong untuk menyuap makanan ke mulutnya. Kemudian, berikan pujian apabila telah berhasil menyuapkan makanan ke mulutnya. Hal ini dapat meningkatkan selera makannya.
Semua makan baik diberikan asal bergizi seimbang. Jadi, berikan paling banyak makanan sumber karbohidrat (tidak harus nasi), buah, kacang-kacangan, sayur, dan hewani (sumber protein) seperti daging, susu, ikan. Sedangkan yang paling sedikit porsinya adalah golongan lemak/minyak, gula, dan garam.
Salam Ayu Bulan Febry
T: Hallo mba Febry, nama saya Putri. Saya mau bertanya tentang gizi makanan. Kira-kira, berapa kandungan gizi dalam makanan yang diperlukan anak usia 67 tahun? Apa saja contoh menu makanan sehari-hariny? Terima kasih
J: Kecukupan Gizi seusia anak ibu dapat lihat pada tabel ini:
Kelompok Umur
6 tahun
BB (kg) TB (cm) Energi (kkal) Protein (g) Vitamin A(RE) Vitamin D (mcg) Vitamin E (mg) Vitamin K (mcg) Thiamin (mg) Riboflavin (mg) Niacin (mg) Asam folat (mcg) Piridoksin (mg) Vitamin B12 (mcg) Vitamin C (mg) Kalsium (mg) Fosfor (mg) Magnesium (mg) Besi (mg) Yodium (mcg) Seng (mg) Selenium (mcg) Mangan (mg) Fluor (mg)
Brokoli Saus Ayam Jamur Bahan : 100 gr brokoli 100 gr fillet ayam, potong dadu 50 gr jamur kancing 25 gr paprika merah, potong memanjang 2 buah bawang putih, dimemarkan 1 sdm kecap asin 1 sdm maizena, larutkan dengan sedikit air 1 sdm margarin 100 ml air / kaldu ayam garam secukupnya merica secukupnya
Cara membuat :
Rebus brokoli dalam air mendidih sampai matang.
Panaskan margarin, tumis bawang putih sampai harum. Kemudian, masukkan dada ayam dan jamur lalu aduk hingga rata.
Tambahkan kecap asin, merica, garam, paprika dan air atau kaldu. Aduk hingga rata. Kentalkan dengan maizena. Setelah matang, angkat.
Siram brokoli dengan sausnya. Sajikan dalam keadaan hangat.
Untuk 2 porsi
2. Sup Gurih
Bahan 50 gr kembang kol 50 gr wortel, dipotong bulat 25 gr jamur kancing 1 tangkai daun bawang, dipotong-potong 1 batang serai, dimemamarkan 1 lembar daun salam 50 gr daging sapi, potong dadu 300 ml air garam secukupnya gula pasir secukupnya 1 sdm minyak kelapa untuk menumis
Bumbu halus : 2 buah bawang merah 2 buah bawang putih 2 butir kemiri 1/2 sdt merica
Cara membuat :
Tumis bumbu halus, serai dan daun salam sampai halus. Tambahkan daging, aduk hingga berubah warna.
Tambahkan air. Didihkan sampai daging lunak.
Tambahkan kembang kol, wortel, jamur, garam dan gula.
Setelah sayur setengah matang, tambahkan daun bawang. Didihkan lalu angkat dan sajikan selagi hangat.
Untuk 1 porsi
T: Halo Mbak Feby
Mbak saya mau bertanya tentang masalah alergi. Anak saya alergi ikan. Pertama, saya memberinya ikan salmon, kemudian bentol-bentol di pahanya. Alerginya baru hilangs etelah tiga hari. Awalnya sih hanya sedikit bentol-bentolnya, namun saya sempat memberinya lagi, bentolnya semakin banyak sampai ke tangan juga, akhirnya saya berhentikan. Kemudian, saya mencoba ikan air tawar, mungkin alerginya tidak separah ikan laut.Tetap saja alergi, namun tidak separah ikan laut. Lalu, saya memberinya ikan laut lagi. Alerginya muncul sedikit dan pada hari kedua sudah sembuh. Saya coba ikan air tawar lagi, malah tambah parah. Saya bingung mbak, kira-kira anak saya alergi protein ikan yang mana? Kasihan anak saya, tiap hari makan daging terus. Katanya, ikan lebih bagus, tapi anak saya alergi. Mbak, yang mau saya tanyakan, ada nggak solusi makanan selain daging, tahu, tempe, dan sayuran yang bergizi dan tidak menyebabkan alergi? Saya juga pernah memberinya belut ternyata alergi juga.
Thanks Desy
J: Dear Mbak Desy, Sebaiknya, untuk anak yang alergi, makanan-makanan pencetus alergi diberikan di atas usia satu tahun, khususnya untuk telur dan ikan laut (seafood) diberikan paling akhir. Pada umumnya, anak semakin bertambah usianya, daya imun (kekebalan) tubuhnya semakin baik. Bayi (<1 th) memang lebih rentan alergi. Jadi, sebaiknya kita hindari dulu makanan pencetus alerginya. Untuk ikan, coba berikan ikan lele, mas, dan gabus. Tetapi, kalau masih menyebabkan alergi hindari dulu sampai dia berusia satu tahun, baru dicoba lagi. Kalau memang sangat bermasalah, sebaiknya mbak Desy konsultasi ke dokter spesialis anak/kulit. Berikut ini sekilas tentang alergi, semoga bermanfaat ya!
ALERGI Alergi terjadi karena system kekebalan tubuh penderita bekerja agak menyimpang. Harusnya antibody melindungi tubuh dari zat berbahaya (seperti bakteri, virus dan racun), tetapi pada penderita alergi justru bereaksi terhadap zat yang sebenarnya tak berbahaya. Jadi, ketika terkena allergen (zat pencetus alergi) yang bagi orang lain tak menimbulkan reaksi apa-apa, namun pada penderita alergi justru memberi reaksi berlebihan. Alergi bisa menyerang semua bagian tubuh, mulai ujung rambut hingga ujung kaki. Penyebab alergi dikarenakan adanya faktor genetika alias bersifat keturunan. Jika hanya salah satu orang tua yang menderita alergi, maka anak berpotensi menderita alergi sekitar 15-30%. Persentase semakin meningkat, yaitu 50-75% jika kedua orang tua sama-sama menderita alergi. Pengobatan alergi dengan menggunakan obat-obatan seperti anti histamine dan kortikosteroid dapat mengurangi gejala, meskipun hanya sementara. Pemberian obat terus-terusan tidak diajurkan. Yang terbaik adalah mencegah munculnya gejala alergi. Pertolongan pertama pada anak alergi yaitu hindarkan anak dari alergen (pencetus alergi).
Tanya:
Ibu yang terhormat, bagaimana caranya mempercepat pertumbuhan seorang anak berumur 13 tahun? Supaya ia mendapatkan tinggi badan yang maksimal, mengingat saat balita SD susah sekali makan. Terima kasih, saya tunggu balasannya.
Eny
J: Dear Mbak Eny Orangtua zaman sekarang memang sangat perhatian dan komunikatif akan segala hal yang berhubungan dengan anaknya. Pada saat anak berusia 13 tahun, memang masih dalam masa pertumbuhan untuk tinggi badan, apalagi sudah tidak susah makan kan :-) Mbak Eny dapat menerapkan tips- tips berikut:
Perbanyak asupan protein, kalsium, dan fosfor yang dapat diperoleh dari susu dan produk olahan-nya, seperti keju dan es krim. Selain itu, daging sapi, telur, ayam, ikan laut, seafood, brokoli, ikan teri, dan kacang-kacangan.
Biasakan pula berjalan kaki atau berdiri dalam posisi tegap dan tidak bungkuk. Jangan terlalu sering duduk.
Biasakan untuk tidur minimal 8 jam sehari dan hindari begadang.
Dianjurkan untuk melakukan olahraga yang memberikan beban pada tulang panjang kaki, misalnya atletik, lari santai, lompat tali (skipping), basket, badminton, dan olahraga lain yang sejenis. Dengan cara tersebut, tulang dirangsang tumbuh sedikit lagi karena hentakan berat badan. Renang juga dapat menambah tinggi badan seseorang.
Thx
Feby
Tanya:
Assalamu'alaikum wr.wb Langsung aja ya Bu, saya mau bertanya soal anak. Ia berusia 20 bulan dengan berat badan 15 kg dan jenis kelamin laki-laki. Apakah anak tersebut sudah masuk kategori obesitas? Satu lagi ya Bu, apakah menu yang sehat untuk sarapan anak saya? Atas jawaban dan perhatian Ibu, saya ucapkan terima kasih. Wassalamu'alaikum wr.wb
Hormat saya Anittaqwa Elamien
J: Dear Bu Anit
Anak ibu masih kategori overweight (kelebihan berat badan). Seharusnya, berat badan (BB) ideal anak ibu 1011 kg. Namun, bila terus mengalami kenaikan BB dapat menjadi obesitas. Upaya agar anak terhindar dari obesitas, orangtua perlu melakukan pencegahan seperti mengendalikan pola makan anak agar tetap seimbang dan menghindari softdrink. Selain itu, berikan camilan yang sehat pada anak seperti buah. Libatkan anak pada aktivitas yang dapat mengeluarkan energinya.
Makanan yang dianjurkan :
Makanan yang kaya serat, rendah lemak dan kalori terutama aneka sayuran dan buah-buahan.
Diolah dengan cara direbus, kukus, atau panggang. Kurangi makanan yang diolah dengan cara digoreng.
Makanan yang dihindari :
Tinggi kandungan lemak, gula, kalori, karbohidrat, dan minyak. Misalnya, daging merah berlemak, keju, kulit ayam. Cream butter, seafood, makanan yang diproses dengan cara digoreng. Namun, pembatasan konsumsi lemak dilakukan bila si kecil sudah berumur di atas 2 tahun dan dilakukan secara bertahap, yaitu maksimal 30% dari total kalori yang dikonsumsi pada umur 5 tahun. Bila si kecil berumur di bawah 3 tahun, janganlah lakukan pembatasan konsumsi lemak, karena perkembangan otaknya membutuhkan banyak lemak.
Minuman bersoda (softdrink), es sirup, makanan ringan (snack) dalam kemasan, kentang goreng (french fries), aneka jenis makanan yang diberi penambah rasa gurih (shortening).
Untuk menu sarapan, ibu dapat memberikan bubur havermut, soto ayam tetapi ayam kampung yang dibuang kulitnya, nasi rawon daging, tetapi pilih daging has dalam (lemaknya rendah), sup ikan, dan sayuran
Menu Pilihan Sop Rumput Laut Bahan : 50 gram paprika hijau, iris memanjang 100 gram daging sukiyaki/ daging has sapi, iris tipis 150 gram rumput laut, siap pakai 1 liter air 2 sdm minyak sayur
Bumbu : 2 siung bawang putih, cincang halus ½ cm jahe, cincang 3 sdm kecap asin 1 sdm kecap manis ½ sdt merica bubuk
Cara Membuat :
Panaskan minyak, tumis bawang putih dan jahe hingga kuning dan harum. Masukkan paprika, aduk hingga layu.
Tambahkan irisan daging, aduk hingga berubah warna dan kaku. Tuangi air, tambahkan bumbu lain. Aduk hingga mendidih. Masukkan rumput laut, masak hingga lunak. Angkat dan sajikan selagi panas.
Untuk 2 porsi Nilai gizi per porsi : Energi : 230 Kkal Protein : 19,5 gram Lemak : 14,2 gram Karbohidrat : 5,2 gram
Tahu Kukus Udang Bahan : 300 gram tahu putih besar, potong 4 bentuk segitiga sama sisi 6 ekor udang agak besar, kupas kulitnya, buang kepalanya, sisakan bagian ekor 1 sdm tepung sagu/tapioka 1 putih telur 1 sdm minyak goreng
Buat torehan memanjang di bagian salah satu sisi tahu. Kerok sedikit seperti membuat seperti membuat lubang kecil. Sisihkan hasil torehan.
Belah udang menjadi dua dari arah kepala ke ekor, tapi jangan sampai putus.
Campur tepung sagu, hasil torehab tahu, garam, bawang putih, irisan seledri dan telur. Campur hingga merata dan lembut.
Kukus tahu ± 20 menit hingga udang terlihat matang.
Untuk 4 porsi Nilai gizi per porsi : Energi : 159 Kkal Protein : 28,8 gram Lemak : 4,8 gram Karbohidrat : 1,7 gram
Semoga bermanfaat!
Feby
T: Halo mbak Ayu, salam kenal
Saya Desy Eka dari Blitar dan mempunyai anak laki-laki berumur 10 bulan. Tapi, anak saya badannya kok nggak padat (biasanya orang jawa bilang atos) ya? Berikut jadwal makan anak saya:
07.00 makan pagi (lauk daging, ikan, sayur, kuah) 08.30 makan pisang susu dan pisang ambon 09.30 susu 130ml
Tidur 11.30/12.00 makan siang (lauk sama dengan di atas) 14.00 susu 120ml
Yang saya tanyakan kepada mbak Ayu, apa yang salah ya? Mengapa badan anak saya tidak bisa padat? Bagaimana cara membuat badan anak saya padat? Makanan apa yang dapat membuat badan anak saya padat? Terimakasih
J: Hallo salam kenal juga mbak Desy
Mbak, umurnya si kecil kan masih 10 bulan. Jadi, wajar saja. Karena, massa ototnya masih dalam masa pembentukan dan perkembangan pada setiap anak berbeda. Yang dapat membantu pertumbuhan otot dan sel-sel tubuh lainnya adalah makanan tinggi protein dan energi seperti susu, telur, daging, dan ayam. Dari jadwal dan menu makanan putra yang mbak lampirkan sudah sangat memenuhi. Makanan tersebut sarat gizi dan komplit. Bahkan, diberi pisang dan avokad yang tinggi energi. Wah, benar-benar ibu yang top!! Mbak Desy, usahakan tiap pagi (06.30-07.00) si kecil dijemur di bawah sinar matahari pagi. Vitamin D-nya bagus untuk membantu pembentukan sel-sel tubuhnya. Selain itu, ajaklah si kecil untuk beraktivitas, misalnya senam bayi yaitu dengan mengajaknya untuk menggerakkan anggota badannya.
Thx,
Feby
T: Dear mba Ayu...
saya liat dari website Wahyu Media tentang konsultasi gizi. Kebetulan saya punya anak umur 3 tahun. Saya mau tanya nih Mbak. Anak saya suka sekali makan fried chicken dan mie instan hampir setiap hari. Kalau tidak ada mie atau fried chicken, anak saya tidak mau makan. Gimana ya Mbak caranya supaya anak saya bisa mendapatkan gizi yang baik dari makanan yang bergizi? Dan, bagaimana caranya supaya anak saya mau makan makanan yang lain?
Terima kasih Mbak Ayu atas jawabannya.
J: Dear too Bu Shinta...
Hmmm si kecil umur 3 tahun ya?! Kondisi seperti anak Ibu biasanya disebut "Picky eater" / pilih-pilih makanan. Ini perlu kesabaran dan ketelatenan yang extra ya bu untuk mengubah pola makan si kecil... :) Jangan khawatir Bu..ini memang umum terjadi pada anak usia 25 tahun. Boleh aja dia hanya berselera makan mie dan fried chicken aja, tetapi untuk sementara waktu aja lho! Anda tidak boleh terus mengikuti keinginannya. Kendali tetap di tangan orangtua. Jangan sampai lupa mengenalkan makanan lain demi memenuhi gizinya.
Tapi ingat, Anda tidak perlu menghadapi si kecil dengan sikap keras dan memaksanya makan menu lain, ini justru akan menimbulkan trauma pada saat makan. Jadi, makan bukanlah hal yang menyenangkan lagi baginya :) Sekali lagi, sabar ya Bu....
Ibu pernah dengar Dongeng Makanan? Ibu dapat menerapkan ini. Karena di usia ini, anak senang diajak cerita. Ibu buatkan makanan yang bentuknya menarik, mungkin diibentuk bunga, binatang dll. Sambil makan ceritakan tentang bentuk, warna, nama, dan rasa makanan baru yang Ibu kenalkan padanya. Ini dapat menarik minatnya untuk makan. Misalnya: Wah lihat ini De, warnanya bagus ya? Ini warna apa ya De? Orange.. wah Ade pintar sekali... Ini namanya wortel.. rasanya enak banget lho.. Ade mau coba? Lihat ni Bunda juga suka... dsb. Buat anak FUN saat makan.
Ibu juga harus ingat! Orangtua adalah MODEL bagi anaknya, anak biasa meniru kebiasaan begitu juga pola makan orang tuanya. Cobalah sering ajak makan bersama anak di meja makan, biarkan dia mencoba makan sendiri.. Biarkan dia meniru anda untuk makan apa yang dihidangkan di meja makan. Ini akan menimbulkan minat anak untuk makan.
Ajak si kecil makan bersama dengan teman-teman bermainnya yang tidak pilih-pilih makanan, si kecil biasanya fun makan dengan teman-temannya.
Bu Shinta harus kreatif ya menyajikan makanan si kecil... Kalo si kecil suka mie dan fried chicken.. Cobalah Ibu memasaknya dalam bentuk dan variasi lain. Mungkin mie dibuat omelete mie terus dihiasi yang lucu.. Fried chicken bisa dibentuk nugget yang bisa dicampur dengan sayuran, telur dan lain-lain agar gizinya lebih terpenuhi. Saya yakin lho Ibu pasti orang yang kreatif he he. Tetapi usahakan untuk dibatasi ya Bu... secara perlahan-lahan diselingi dengan aneka menu yang lain.
Terakhir, selalu berkomunikasi dengan anak ya Bu. Tunjukkan buku-buku resep makanan anak yang menarik. Terangkan kepadanya tentang pentingnya makanan tersebut. Tanyakan, dia ingin makan yang mana. Sekali lagi, anak seusia ini senang diajak bercerita Bu. Mudah-mudahan mungkin ada perubahan selera makannya.
Semoga ada manfaatnya ya Bu....
T: Assalamualaikum Mbak Ayu Bulan Febry.
Saya Ingrid, ibu dari satu anak berumur 5 bulan. Karena ASI yang saya produksi sedikit, jadi saya berikan susu formula untuk anak saya. Mbak, saya mau tanya tentang anak saya fesesnya encer/cair. Apakah itu pengaruh dari susu formula? Dan apakah gizi anak sudah tercukupi dari susu formula tersebut? Apakah harus ada makanan tambahan lain? Terimakasih Mbak Ayu atas jawabannya.
J: Wassalamualaikum Wr Wb Bu Inggrid
Selamat ya Bu, dah punya baby 5 bulan dan tentunya lagi lucu-lucunya :) Bu Inggrid, makanan yang paling tepat untuk bayi usia 0-6 bulan adalah ASI, atau kalau produksi ASI Ibu sedikit, bisa Ibu berikan susu formula. Ibu sebaiknya memilih susu formula yang sesuai dengan usianya yang komposisinya mendekati ASI. Umumnya feses bayi seusia ini memang lunak, karena makanannya hanya ASI atau susu formula. Kalau dia sudah makan bubur nanti akan lebih padat. Tetapi, bisa juga coba Ibu kentalkan sedikit susu formulanya .. insyalaah fesesnya tidak akan terlalu encer.
Oh ya, mengenai ASI Ibu yang keluar sedikit... Cobalah mengonsumsi sayur-sayuran, ikan laut, marning jagung dan kacang-kacangan yang lebih banyak, ini dapat meningkatkan kualitas, dan memperbanyak produksi ASI... dan kalau Ibu seorang wanita karir, sebaiknya pada saat di kantor ketika payudara Ibu terasa penuh.. Ibu sebaiknya memompanya keluar (bisa ditampung pada botol dot yang steril) sehingga kelenjar mamae tetap aktif memproduksi ASI. Selain itu Bu, pada waktu memberikan ASI, usahakan untuk relax (sambil mendengarkan musik misalnya), kondisi yang tenang akan memperbanyak keluarnya ASI.
Tentu saja kebutuhan gizi anak Ibu sudah terpenuhi dari ASI dan susu formula saja. Nah, pada usia 6 bulan, baru Ibu dapat memberikannya MP-ASI (makanan padat seperti pure buah/bubur susu). Apabila Ibu terburu-buru memberikan bubur di usia ini yang dikhawatirkan bahwa pencernaan bayi belum maksimal siap mencerna makanan tersebut dan ASI ekslusif yang dia minum akan lebih sedikit karena bayi cenderung lebih kenyang setelah makan bubur.
Wassalam wr wb
T: Dear mba Ayu,
Mohon tanya masalah gizi balita saya. anak saya berumur delapan bulan, sekarang saya memberikan nasi tim yang disaring. Masalahnya saat makan, pada suapan pertama dia makan, setelah itu ia makan sambil tidur dan makanan tidak langsung ditelan. Bagaimana cara saya menghadapi hal ini? Terima kasih atas informasinya. Dari : Susan-Surabaya
J: Dear too Mbak Susan...
Mbak Susan... memang pada masa bayi (612 bulan) ini adalah masa dimana kita mengenalkan bayi makanan padat. Sekadar info bahwa kemampuan bayi untuk mengunyah makanan (chewing reflex) baru timbul pada usia 67 bulan. Jadi memang seusia bayi mbak Susan, dia sedang mengalami adaptasi cara makan, dimana sebelumnya dia hanya punya kemampuan menghisap ASI, menelan bubur susu/pure buah, sekarang di haruskan belajar mengunyah nasi tim saringnya sebelum menelannya. Dan ini memang proses belajarnya mbak, saya hanya bisa menyarankan agar mbak sabar dan telaten untuk melatihnya makan :) Coba ajak dia jalan-jalan atau berbicara pada saat memberinya makan, jangan bosan-bosan katakan padanya "Ayo kunyah nak pelan-pelan dan telan makanannya, sambil mulut Anda juga mencontohkan mengunyah makanan". Mudah-mudahan dia pasti akan mengerti, bukankah ikatan batin antara ibu dan anak sangat kuat :) Pada umur 8 bulan ini, Anda juga dapat memberikannya makanan yang dapat dipegang (finger food) seperti biskuit bay dan buah potong. Anak biasanya akan tertarik untuk bereksplorasi dengan makanannya, untuk mengemut atau menggigitnya. ini juga salah satu cara menarik anak untuk melatih mengunyah makanannya. Semoga bermanfaat ya....
Rgds, Neena
Salam kenal... Saya tertarik dengan blog Anda, dan tertarik untuk bertanya. Anak saya umur 16 bulan. Termasuk mudah makan dan tidak ada pantangan dalam hal makan. Namun, yang agak menjadi masalah, meski dia suka makan, bobot tubuhnya tidak naik secara signifikan, jadi tubuhnya tergolong kecil. Minum susu memang tidak relatif banyak, namun cukup.Dulu pernah saya berikan bubur instan, ya lumayan, menambah berat 24 ons. Tapi sekarang tidak mau lagi karena sudah makan nasi padat. Pertanyaan saya:
apakah ada yang salah (sistem metabolisme) dalam tubuh anak saya?
makanan apa yg sebaiknya saya berikan supaya dapat menambah berat badannya.
bagaimana menghitung nilai gizi yang terkandung dalam makanan (untuk orang awam seperti saya, tolong diberikan cara mudahnya saja). Demikian dan terima kasih atas jawaban yang diberikan.
Salam kenal juga bu Neena.
Menjawab pertanyaan ibu :
Untuk mengetahui apakah ada gangguan sistem metabolisme (misalnya gangguan penyerapan zat-zat gizi) pada anak ibu, ibu sebaiknya konsultasi dengan dokter spesialis anak, biasanya dokter yang akan memeriksa dan mendiagnosa apakah ada gangguan metabolisme atau tidak dan tindakan selanjutnya apabila memang ada gangguan. Tapi harus ibu ketahui juga loh, anak kurus bukan berarti dia tidak sehat. Ibu bisa melihat aktivitas anak ibu, jika lincah, tidak lemas lesu berarti dia sehat. Hanya sayangnya ibu tidak mencantumkan berat badan anak ibu sekarang, tapi bisa ibu hitung sendiri dengan rumus 2n + 8 --> (n = umur dalam tahun), berarti berat badan yang kita harapkan seusia anak ibu ini kurang lebih 10 kg.
Untuk menambah berat badan anak, berikan makanan sumber protein hewani yang berkalori tinggi, seperti telur, susu full cream dan olahannya (keju), daging sapi, dan daging ayam. Selain itu, makanan selingan/snack juga diprioritaskan diberikan untuk meningkatkan asupan gizinya. Jadi, berikan makanan selingan seperti puding susu, biskuit/ kue yang dibuat dari telur, susu, keju dan lain-lain.
Untuk mengetahui kandungan gizi pada tiap bahan makanan, ibu dapat melihatnya di buku Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM), biasanya komposisi gizinya untuk per 100 gram bahan makanan. Buku ini dapat ibu peroleh di toko-toko buku atau browsing di internet.
Cara untuk menghitung nilai gizi makanan, misalnya:
Nasi Tim Daging
Energi (kkal)
Protein (g)
Lemak (g)
Karbohidrat (g)
Nasi tim 100 g
120
2,4
0,4
26
Daging sapi 100 g
207
18,8
14
0
Jadi Total kandungan gizi
327
21,2
14,4
26
Demikian jawaban saya, semoga bisa bermanfaat ya bu Neena...
Pria kelahiran 1970 ini lulus sebagai sanana kimia ITS pada 1994. Mendapatkan gelar Doktor dari The University of Sydney-Australia pada 1998. Sekarang beksrja di FMIPA ITS sebagai staf pengajar kimia program sarjana dan pascasadana,