| Mengajarkan kisah 25 nabi dan rasul kepada anak-anak kita adalah hal yang sangat penting dan mendasar. Pasalnya, hal itu sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Baca selengkapnya |
|
Home
|
|
Panduan Belajar Hadits untuk Anak |
|
Written by Newsroom
|
|
Monday, 21 July 2008 |
Rasulullah saw bersabda, “Tuntutlah ilmu, dari semenjak buaian sampai masuk ke liang lahad (akhir hayat).” Perintah Rasulullah ini ditujukan, baik kepada laki-laki maupun perempuan, tanpa mengenal usia. Sedangkan, menurut hukumnya, menuntut ilmu adalah wajib. Maka, apabila kita meninggalkannya, tentu saja kita akan berdosa.
Sementara itu, pembelajaran agama Islam pada masa kini, sudah ada sedikit pergeseran. Mungkin dipengaruhi oleh nilai globalisasi yang didominasi oleh dunia barat. Sehingga, anak-anak zaman sekarang, bisa dikatakan, lebih sulit untuk mendapatkan ilmu atau nilai-nilai agama. Kenapa? Karena kurikulum yang disediakan instansi terkait bagi sekolah non-TKA dan MI sangat minim dan terkesan menomorduakan pelajaran agama.
Dengan demikian, melihat keprihatinan di atas, maka perlu adanya pembelajaran ekstra agar anak bisa mendapatkan pelajaran agama Islam. Misalnya, dengan memasukkannya ke pengajian atau ke pesantren. Namun, di lain pihak, hal ini juga terkadang menjadi beban berat bagi sebagian orang, terutama masalah biaya. Atau faktor lainnya yang lahir dari individu-individu atau keluarga masing-masing.
Dalam pembelajaran agama Islam, sebagai sumber hukum dan rujukannya, salah satunya adalah hadits, yakni setelah Al-Qur`an. Maka, hal apa pun mengenai ibadah, mu’amalah, dan lain sebagainya tentang ajaran Islam mesti merujuk ke sumber tersebut. Pastinya, kita mesti mempelajari hadits, yang mana selain sebagai sumber hukum, juga sebagai penjelas Al-Qur`an. Oleh sebab itu, hadits dan Al-Qur`an adalah dua bidang study yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling mengikat satu sama lain.
Atas dasar peran dan status hadits dalam Islam di atas, kita mendapatkan keniscayaan dan kewajiban untuk mempelajari hadits. Tidak hanya untuk orang dewasa, tapi juga untuk anak-anak sebagai bekal pedoman hidup demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Akan tetapi, pembelajaran hadits ini, tentu saja ada perbedaan antara orang dewasa dan anak-anak. Yakni, berbeda secara metodologi atau konsep. Kenapa demikian? Sebab perilaku primer, perkembangan otak serta psikologi, dan objek yang dibutuhkan sebagai prioritas pembelajaran tentu berbeda. Maka, diperlukannya suatu media khusus dalam mengajarkan hadits kepada anak-anak.
Dalam kaitan di atas, WahyuMedia menerbitkan buku “70 Hadits Pilihan untuk Anak”. Yaitu buku belajar hadits yang disusun secara serius yang dikhususkan bagi usia anak. Tujuannya, agar efektivitas pembelajaran materi hadits bisa berjalan optimal dan anak bisa mendapatkan ilmu dari hadits sebagaimana yang diharapkan.
Buku yang disusun oleh Lia Fitriani, S.Pd. ini memuat 70 hadits pilihan yang berhubungan dengan akidah, ibadah, dan akhlak. Setiap satu meteri hadits, diberikan transliterasi latin serta terjemah bahasa Indonesia dan Inggris. Selain itu diberikan pula penjelasan makna dan kandungannya, sehingga orantua atau pembimbing yang awam sekalipun bisa merujuk kepada penjelasan tersebut untuk mengajarkan anak-anak belajar hadits dari buku ini.
|
|
|
|
|
Profil Penulis
PenulisAtikah Solihah.
Wanita kelahiran Jakarta, 22 Juni 1975 ini pernah menjadi guru bahasa Indonesia di beberapa sekolah dasar di Jawa Barat. Lepas dari profesinya sebagai tenaga pengajar, lulusan Fakultas Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini bekerja di Balai Bahasa Bandung, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Selengkapnya
|
|
KLINIK
KonsultasiKLINIK SEPUTAR MATERI PELAJARAN FISIKA

Bersama: Praktisi Pendidikan dan penulis buku-buku fisika dan matematika Ari Damari, S.Pd.
 | Buku-buku yang ditulis Ari Damari S.Pd.: |
Kirim pertanyaan ke:
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Selengkapnya
|
|