Rp. 16.000,-
Rp. 24000,-
Rp. 16.000,-



Rp. 46.000,-
Rp. 38.500,-
Rp. 32.000,-



Mengajarkan kisah 25 nabi dan rasul kepada anak-anak kita adalah hal yang sangat penting dan mendasar. Pasalnya, hal itu sebagai bagian penting dari proses pendidikan.

Baca selengkapnya



Home
Mengajarkan Anak Tentang Etika Bertelepon
Written by YA - Kabar WahyuMedia   
Monday, 18 January 2010

Pada jaman yang serba canggih ini, kehidupan dalam keluarga di seluruh dunia pasti tidak lepas dari kemajuan teknologi terkini. Salah satu teknologi yang berkembang dan sering dijumpai dalam setiap rumah adalah  telepon baik itu selular atau telepon rumah. Kita bahkan saat ini tidak lagi merasa heran ketika menjumpai anak SD sudah memegang telepon selular, yang pada 10 tahun lalu masih merupakan barang mahal sehingga hanya orangtualah yang boleh menggunakannya.

Tapi apakah anak-anak tersebut sudah mengetahui dasar-dasar etika bertelepon? Ajarkan anak-anak etika menelepon sebab aktivitas ini juga terkait dengan nilai menghargai dan menghormati orang lain. Kapan waktu yang tepat untuk mulai mengajarkan etika menelepon pada anak-anak? Jawabannya, kapanpun anak terlihat mulai tertarik pada telepon. Mainan telepon adalah alat yang bisa Anda manfaatkan untuk mengajarkan etika menelepon, demikian seperti dikutip Sheknows.

Anak dikatakan mampu dan diperbolehkan untuk menggunakan telepon sesungguhnya adalah tergantung pada minat dan kelayakannya. Bisa jadi anak tertua Anda belum tertarik pada telepon, padahal Anda telah mengizinkan ia untuk menggunakannya. Sementara si bungsu justru tertarik terlalu dini, jauh sebelum ia mendapat izin menggunakan telepon.

Pengajaran etika bertelepon ini bisa dimulai dengan melakukan panggilan keluar baik itu ke keluarga maupun teman-temannya  Cara ini bertujuan untuk mengenalkan mereka akan sopan santun melakukan panggilan dan ini sangatlah aman dikarenakan si kecil menghubungi orang-orang yang dikenalnya. Kemudian ajarkanlah mereka untuk menjawab suatu panggilan, dimana seharusnya orangtua menemaninya saat mereka melakukan hal tersebut sehingga si anak dapat segera mengetahui apa yang seharusnya mereka bicarakan ataupun tidak.Dan pengajaran yang terakhir adalah menerima pesan dan memberikannya kepada orang yang dimaksud dengan cara menyediakan kertas untuk mereka bisa menuliskannya  sehingga mereka ingat akan pesan yang ditinggalkannya.

Pada permulaan, terkadang anak-anak tidak cukup berhasil. Anda hanya perlu mengulang dan mengulangnya lagi. Sebab, mengajarkan tata karma menelepon adalah sebuah proses, bukan hanya memerlukan satu kali contoh. Butuh waktu dan latihan. (YA)

 
< Prev   Next >

Bookmark and Share

Profil Penulis


Penulis
Ismunandar, Ph.D.

Pria kelahiran 1970 ini lulus sebagai sanana kimia ITS pada 1994. Mendapatkan gelar Doktor dari The University of Sydney-Australia pada 1998. Sekarang beksrja di FMIPA ITS sebagai staf pengajar kimia program sarjana dan pascasadana,

Selengkapnya

KLINIK


Konsultasi
KLINIK SEPUTAR MATERI PELAJARAN FISIKA


Bersama: Praktisi Pendidikan dan penulis buku-buku fisika dan matematika
Ari Damari, S.Pd.

Buku-buku yang ditulis Ari Damari S.Pd.:


Kirim pertanyaan ke:
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Selengkapnya
Search the full text of our books:



AgroMedia - GagasMedia - TransMedia - QultumMedia - MediaKita - KawanPustaka - IndonesiaTera - Buka Buku - Gradien - Tangga - VisiMedia - Bukune
Demedia - CMedia - LinguaKata - Buku Kita - AgroMedia Group - RuangKata - Distributor TransMedia - Distributor AgroMedia - KawahMedia

© 2010 WahyuMedia. All Rights Reserved :: term of use
Powered by:webcontent division