Rp19.000,-
Rp16.000,-
Rp16.000,-




Rp. 46.000,-
Rp. 38.500,-
Rp. 32.000,-



Mengajarkan kisah 25 nabi dan rasul kepada anak-anak kita adalah hal yang sangat penting dan mendasar. Pasalnya, hal itu sebagai bagian penting dari proses pendidikan.

Baca selengkapnya



Home
Mempersiapkan Takdir Masa Depan yang Sukses
Written by Newsroom   
Tuesday, 02 March 2010
Masa depan tidak sama dengan masa sekarang dan masa lalu. Sebab, pada masa depan, ‘senjata supercanggih' manusia pasti sudah berkembang terus menerus, yakni akal, sumber inspirasi, kreativitas, dan sebagainya.

Kemudian, sudah menjadi hukum alam (sunnatullah) bahwa manusia terbagi menjadi dua pasang, yakni subjek dengan objek, pemimpin dengan rakyat, bahagia dengan sengsara, dan sukses dengan gagal. Menjadi subjek, pemimpin, dan sukses, selalu berbanding lurus dengan mental yang suka bekerja keras, sabar, dan tidak pernah cepat puas terhadap prestasi yang diraih. Perjalanan hidupnya berorientasi pada proses, bukan hasil akhir.

Membangun kembali mental dan keyakinan jiwa kita adalah sesuatu yang harus dilakukan. Mental atau pergulatan batin sangat menentukan tampilan luar (zhahir). Dalam bahasa hadits, mental adalah hati. Jika baik hatinya, seluruh anggota badannya akan baik. Jika buruk hatinya, seluruh anggota badannya akan buruk pula.

Mental tidak hanya berisi sifat baik dan buruk, tapi juga keyakinan, persepsi (tanggapan langsung atas sesuatu), asumsi (dugaan yang diterima sebagai dasar), pemikiran, dan keragu-raguan. Salah satu yang mengisi ruang dalam mental kita adalah agama sebagai sumber keyakinan dan petunjuk hidup. Agama mengandung keyakinan, persepsi, asumsi, pemikiran, dan hipotesis (kesimpulan).

Agama adalah alat menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Agama tidak mungkin mendorong pemeluknya mengalami kegagalan dan kesengsaraan hidup. Justru sebaliknya, menjadi pendorong kesuksesan dan kebahagiaan hidup. Dunia dan akhirat bukan sesuatu yang bertolak belakang. Namun, berhubungan erat lahir dan batin.

Islam mendorong umatnya menjadi khairal ummah (umat terbaik). Terbaik dalam hal ilmu, teknologi, peradaban, ekonomi, sosial, politik, militer, keamanan, dan kenyamanannya.

Demikian kutipan yang kami ambil dari dalam dalam buku 13 Cara Nyata Mengubah Takdir karya Jamal Ma’mur Asmani. Buku ini berupaya mengurai semua wacana yang berkaitan dengan takdir dan bagaimana cara mengubahnya agar menjadi lebih baik sesuai tuntunan Al-Qur’an dan hadits.

Isi buku terbitan WahyuMedia ini meliputi:

  • Mengungkap hakikat takdir
  • Menyikapi takdir
  • Kesalahan manusia dalam memahami takdir
  • 13 cara nyata memperbaiki takdir
  • Mempersiapkan takdir masa depan yang sukses
 
< Prev   Next >

Bookmark and Share

Profil Penulis


Penulis
Djulia Onggo, Ph.D.

Wanita kefahiran 1955 ini lulus sebagai sarjana kimia di ITS pada 1982. Mendapatkan gelar Doktor dari The University of New South Wales-Australia pada 1990; Sekarang bekeria di FMIPA ITS sebagai staf pengajar kimia program sarjana dan pascasenena,

Selengkapnya

KLINIK


Konsultasi
KLINIK SEPUTAR MATERI PELAJARAN FISIKA


Bersama: Praktisi Pendidikan dan penulis buku-buku fisika dan matematika
Ari Damari, S.Pd.

Buku-buku yang ditulis Ari Damari S.Pd.:


Kirim pertanyaan ke:
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Selengkapnya
Search the full text of our books:



AgroMedia - GagasMedia - TransMedia - QultumMedia - MediaKita - KawanPustaka - IndonesiaTera - Buka Buku - Gradien - Tangga - VisiMedia - Bukune
Demedia - CMedia - LinguaKata - Buku Kita - AgroMedia Group - RuangKata - Distributor TransMedia - Distributor AgroMedia - KawahMedia

© 2010 WahyuMedia. All Rights Reserved :: term of use
Powered by:webcontent division