Pada setiap tahun, olimpiade kimia internasional diadakan dinegara yang ditetapkan oleh panitia olimpiade pada tahun sebelumnya. Olimpiade Kimia, pertama kali dicetuskan pada tahun 1968 pada saat Olimpiade Nasional Czechoslovakia dihadiri oleh pengamat dari Polandia dan Hungaria. Kemudian, ketiga negara tersebut membentuk dan berpartisipasi dalam kompetisi individu, bukan tim, yang diselenggarakan secara kontinu setiap tahun di berbagai negara di dunia.
Kompetisi ini bertujuan untuk mempromosikan kimia, memberikan pengalaman ilmiah, serta meningkatkan persahabatan antarsiswa sekolah menengah di dunia. Pada tahun 2007, Rusia bertindak sebagai tuan rumah dan IchO diikuti oleh 66 negara dan 256 siswa. Soal Olimpiade Kimia ini merupakan terjemahan dari soal-soal teori dan praktikum yang diujikan di IchO. Tim Olimpiade Kimia Indonesia pada 39 th International Chemistry Olympiade (IchO) di Moskow, Rusia bulan Juli 2007 memperoleh dua medali perak (Teuku Mahfuzh Aufar Kari dari SMAN 10 Fajar Harapan NAD dan Muhammad Faiz dari SMAN 1 Pacitan, Jatim) dan dua medali perunggu (Vincentius Jeremy Suhardi dari SMAK 1 St. Louis 1 Surabaya, Jatim dan William dari SMA Sutomo 1 Medan). Keberhasilan tim Indonesia memperoleh medali dalam Olimpiade Kimia Internasional merupakan bukti bahwa Indonesia memiliki kompetensi besar di bidang kimia. Pada olimpiade berikutnya, tim Indonesia diharapkan bisa lebih maju lagi dengan memperoleh medali emas, paling tidak mampu mempertahankan prestasi yang pernah diraih sebelumnya. Dengan demikian, pembelajaran terhadap materi kimia di sekolah-sekolah semakin ditingkatkan agar penguasaan dan kompetensi di bidang ini menanjak. Buku “Olimpiade Kimia Internasional Tingkat SMA” yang diterbitkan Kawan Pustaka ini bisa membantu siswa sekolah menengah, mahasiswa, guru, dosen, pakar dan praktisi atau pemerhati bidang kimia untuk dapat mengetahui kompetensi dan kedalaman materi kimia pada kompetisi di olimpiade tersebut. Buku yang disusun oleh empat orang sarjana kimia sekaligus trainer olimpiade kimia tingkat internasional ini, yaitu Ismunandar, Ph.D, Djulia Onggo, Ph.D, Riwandi Sihombing, Ph.D, dan Ismunaryo Moenandar, M.Phil, memuat kumpulan soal yang pernah dikompetisikan pada olimpiade kimia SMA tingkat internasional di Gyeongsan - Korea, 2006 dan Moskow – Rusia, 2007. Masing-masing soal dibahas secara tuntas, konkret, dan langsung pada pokok bahasan. Melalui buku ini, siswa dapat mengukur tingkat kemampuan dan kesiapannya dalam menghadapi soal-soal olimpiade kimia, baik di tingkat nasional maupun internasional.
|